Gesang: Sarasehan Sangkatama Membahas Eksistensi Apitan
Kali ini UKM Sangkatama menghadirkan sarasehan bertajuk GESANG (Gelar Sarasehan Sangkatama). Pada kesempatan kali ini, tema yang diangkat adalah “Eksistensi Maknawi Apitan Dalam Kebudayaan Jawa”. Acara ini digelar pada Malam Jumat Kliwon, 22 Mei 2025, dan terbuka untuk umum.
Apa itu Apitan?
Apitan merupakan salah satu tradisi selametan masyarakat Jawa yang dilaksanakan pada bulan Apit (Dzulqa’dah). Tradisi ini biasanya dilakukan dengan doa bersama dan menyajikan berbagai macam tumpeng serta hasil bumi. Makna dari Apitan sangat dalam, yaitu sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan, memohon keselamatan, serta harapan akan hasil panen yang melimpah dan kehidupan yang sejahtera.
Lewat tradisi ini, masyarakat diajak untuk selalu ingat pada nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa hormat terhadap alam.
Jalannya Acara
Dalam sarasehan ini, Drs. Suyitno, M.Pd hadir sebagai pemateri utama. Beliau menyampaikan materi dengan penuh wawasan, membahas tidak hanya tentang sejarah Apitan, tetapi juga makna filosofis di baliknya.
Peserta yang hadir adalah anggota Sangkatama dan masyarakat umum yang antusias mendalami tradisi Jawa. Suasana acara berjalan hangat—bukan hanya mendengarkan, tetapi juga diwarnai diskusi aktif, tanya jawab, dan sharing pengalaman.
Pesan dan Harapan
Dari paparan pemateri, kita bisa mengambil pesan bahwa melestarikan budaya bukan hanya tentang menjaga bentuk tradisi, tetapi juga merawat nilai-nilai kehidupan yang terkandung di dalamnya.
Harapannya, dengan adanya GESANG ini, anggota Sangkatama dan masyarakat luas bisa semakin mencintai budaya Jawa serta terus berupaya nguri-uri warisan leluhur agar tidak lekang oleh waktu.
Sampai Jumpa di Gesang Selanjutnya!
GESANG kali ini bukan akhir, melainkan awal dari banyak sarasehan budaya lainnya. Semoga acara ini menjadi langkah kecil namun berarti untuk menjaga budaya kita tetap hidup.
Sampai bertemu di GESANG berikutnya, sobat budaya! 🌿✨

Komentar
Posting Komentar